Skip to main content

Perkembangan Tanda Tangan Elektronik di Indonesia

Perkembangan Teknologi dunia digital khususnya Tanda Tangan Elektronik di Indonesia semakin berkembang dan terus maju. Dengan semakin banyaknya Penyelenggara Sistem Elektronik menandai bahwa tanda tangan elektronik semakin memudahkan masyarakat dalam bertransaksi dan berkomunikasi. Akan tetapi dengan semakin berkembangnya teknologi dalam dunia digital juga memiliki resiko, seperti penipuan yang mengakibatkan kerugian yang besar bagi pengguna jasa teknologi informasi. Dengan menggunakan tanda tangan elektronik Anda dapat menghindari resiko-resiko yang terjadi sehingga transaksi maupun komunikasi elektronik Anda terlindungi oleh enkripsi matematis yang handal dan memiliki kekuatan hukum yang kuat.

 

Perkembangan Tanda Tangan Elektronik Di Indonesia

Mengenal Tanda Tangan Elektronik

Apa yang dimaksud dengan tanda tangan elektronik?

Berdasarkan pengalaman, selama ini persepsi beberapa orang mengenai tanda tangan elektronik yaitu tanda tangan basah/tergores pada sebuah kertas, kemudian discan atau dipindai dan disimpan menjadi file digital atau elektronik. Akan tetapi tanda tangan elektronik adalah tanda tangan yang mengandung suatu identitas/sertifikat digital yang didalamnya sudah memuat sepasang kunci publik dan kunci privat yang memiliki fungsi matematis yang dikembangkan dengan teknologi kriptografi asimetris. Jadi Pengertian yang dipersepsikan sabagian orang itu kurang benar dan tidak seperti itu.

Sertifikat elektronik/digital di Indonesia diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) atau dalam Bahasa English dikenal dengan CA (Certification  Authority). Penyelenggara Sertifikasi Elektronik di Indonesia yang terdaftar dan diakui di Kemenkominfo selanjutnya bekerjasama dengan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) menerbitkan tanda tangan elektronik untuk warga negara Indonesia. Untuk menjadi PSrE tentu tidaklah mudah, karena memiliki wewenang atau otoritas terpercaya untuk membuat dan menerbitkan sertifikat elektronik, dan harus memiliki tingkat perlindungan sistem teknologi informasi yang tinggi. PSrE juga harus melengkapi beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu institusi atau lembaga.

 

Mengenal Tanda Tangan Elektronik di Dunia

 

Tanda Tangan Elektronik di Dunia

Banyak persepsi orang yang terkesan  keliru bahwa teknologi tanda tangan elektronik adalah teknologi baru. Yang benar adalah bahwa tanda tangan elektronik telah ada selama beberapa dekade, dan selalu mendapatkan perhatian utama.

Berikut adalah beberapa histori sejarah teknologi tanda tangan elektronik:

  • 1976:  Whitfield Diffie dan Martin Hellman pertama kali menggambarkan gagasan skema tanda tangan elektronik, tetapi mereka hanya berteori bahwa skema semacam itu ada
  • 1977: Ronald Rivest, Adi Shamir dan Len Adleman menemukan algoritma RSA, yang dapat digunakan untuk menghasilkan semacam tanda tangan elektronik
  • 1988: Lotus Notes 1.0, yang menggunakan algoritma RSA, menjadi paket perangkat lunak pertama yang dipasarkan secara luas untuk menawarkan tanda tangan elektronik;
  • 1999:  Kemampuan untuk menanamkan tanda tangan elektronik ke dalam dokumen ditambahkan ke format PDF
  • 2000: Itu UU ESIGN membuat tanda tangan elektronik mengikat secara hukum
  • 2002:  SIGNiX didirikan dan menjadi perangkat lunak tanda tangan elektronik berbasis cloud yang paling luas digunakan
  • 2008: Format file PDF menjadi standar terbuka untuk Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) sebagai ISO 32000. Termasuk tanda tangan elektronik sebagai bagian integral dari format.

Saat ini, tanda tangan digital telah ditetapkan sebagai cara paling tepercaya untuk mendapatkan dokumen yang ditandatangani secara online. Berbeda dengan teknologi tanda tangan elektronik yang asli, tanda tangan elektronik saat ini mudah digunakan dan dapat dibuat menggunakan komputer apa pun dengan koneksi Internet. Untuk mengetahui berapa banyak yang bisa Anda hemat dengan beralih ke tanda tangan elektronik.

Sejarah Tanda Tangan Elektronik

 

Tanda Tangan Elektronik di Indonesia

Tanda Tangan Elektronik di Indonesia

Teknologi Informasi adalah suatu bidang yang perkembangannya semakin pesat dari tahun ke tahun Perkembangan teknologi saaat ini sudah sangat mempengaruhi kemhidupan manusia secara global. Komputer dan Internet telah mengalami perkembangan yang pesat sehingga manusia dapat mengakses berkomunikasi dan mengakses apapun tanpa batasan. Internet bisa dianggap pemersatu di dunia, karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat banyak perubahan yang terjadi.

Menurut Katadata Jumlah pengguna internet di Indonesia pada 1998 baru mencapai 500 ribu, tapi pada 2017 telah mencapai lebih dari 100 juta. Pesatnya perkembangan teknologi, luasnya jangkauan layanan internet, serta makin murahnya harga gadget (gawai) untuk akses kedunia maya membuat pengguna internet tumbuh cukup pesat.

Menurut data survei APJII, pengguna internet di Indonesia pada 2017 telah mencapai 142 juta jiwa dengan penetrasi sebesar 54,69 persen dari total populasi. Pengakses internet pada tahun lalu tumbuh 7,9% dari tahun sebelumnya dan tumbuh lebih dari 600% dalam 10 tahun terakhir.

Hal tersebut diatas merupakan penunjuk bahwa masyarakat Indonesia semakin banyak melakukan kegiatan yang dilakukan lewat media telekomunikasi internet. Berdasarkkan hal ini proses digitalisasi juga akan berdampak pada transaksi yang bersifat konvensional beralih ke ranah digital termasuk dalam hal dikembangkannya sistem digital signature atau yang disebut tanda tangan elektronik.

Tanda Tangan Elektronik menurut Pasal 1 ayat 12 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Teknologi Elektronik dalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait degan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi. (Meina Diniari Basani, 2017, Unpad)). Peraturan makin diperkuat dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2012 dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 yang merupakan pembaruan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008.

Beberapa Dasar Hukum Tanda Tangan Elektronik diantaranya:

  1. UU ITE No. 11 Tahun 2008 Pasal 11 Ayat 1 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
  2. PP No. 82 Tahun 2012 Pasal 52 Ayat 1 & 2 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik;
  3. Peraturan OJK No. 77 Tahun 2016 Pasal 1 Ayat 15 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi;
  4. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia No. 11 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik;
  5. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Bidang Komunikasi dan Informatika.

 

Keuntungan Tanda Tangan Elektronik

Keuntungan Tanda Tangan Elektronik

Banyak sekali keuntungan atau manfaat dalam penggunaan Tanda Tangan Elektronik apabila dibandingkan dengan Tanda Tanga Konvenional. Mulai dari segi kerahasiaan data, keamanan data, efisien, hingga dampak yang positif bagi kelestarian lingkungan. Dapat mengurangi emisi karbon. Dengan Tanda Tangan Elektronik dapat juga meningkatkan kepercayaan masyarakat di saat transaksi digital.

  • Keamanan data, tanda tangan elektronik  memiliki dua kunci, yaitu privat dan publik. Masing-masing kunci bekerja secara optimal sehingga menghasilkan tingkat keamanan tinggi. Melalui kunci publik, penyangkalan atas tanda tangan bisa diminimalkan. Memiliki enkripsi yang membuat tidak bisa dipalsukan.
  • Efisien dan dampak positif bagi lingkungan adalah pengurangan pengunaan kertas dalam pencetakan dokumen, dan mengurangi tempat pengarsipan dokumen.
  • Efektif, Hanya memerlukan koneksi internet dan media penyimpanan di cloud sehingga lebih hemat.
  • Mengurangi emisi karbon, paling berguna pada saat Anda membutuhkan tanda tangan dari klien yang berlokasi jauh dari kantor. Penandatanganan dokumen yang proses pengiriman memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari bila yang dituju ada diluar kota. Proses pengiriman ini mempunyai kontribusi tingkat emisi karbon di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Bahan bakar yang terpakai pada saat proses pengiriman menghasilkan emisi karbon dioksida yang tinggi sehingga udara semakin tercemar dan terasa panas.

Di Indonesia pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik sudah banyak sekali dipergunakan, guna meningkatkan efisiensi pekerjaan sehari-hari. Industri Fintech misalnya yang sudah mulai menggunakan Tanda Tangan Elektronik untuk memvalidasi setiap penggunanya, Industri perbankan juga sudah menggunakan dalam mempercepat dan mempermudah nasabah dalam pengajuan kredit, dan pembukaan rekening. BUMN juga sudah mulai menjajaki pemanfaatan tanda tangan elektronik di sistem internalnya. Dari lembaga pemerintahan dari berbagai kementerian juga sudah menggunakan tanda tangan digital dalam hal perizinan, penyetaraan ijazah luar negeri dari Ristek Dikti, Penerbitan Faktur Pajak, Penerbitan Surat Putusan dari Setneg, akte kelahiran dari dukcapil, pilkada, pengumuman penerimaan  CPNS, Penandatanganan Perjanjian Kinerja dari BPPT, dan masih banyak lagi.

Bagaimana cara mendapatkan tanda tangan elektronik ini? Anda bisa menghubungi salah satu Penyelenggara Sistem Elektronik yang sudah terdaftar di Kemenkominfo seperti iNsign.ID. atau dapat mengunduh Profilnya di sini.

Go Green dengan Tanda Tangan Elektronik

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *